Kamis, 13 Agustus 2015
Rabu, 12 Agustus 2015
Aku Tak Berbagi
Jun-ah... Aku sangat menyesal hubungan kita berakhir seperti ini. Tapi aku tahu, kau pasti mengerti bahwa aku takkan mungkin menyakitimu jika kau tidak menyakitiku terlebih dahulu. Tak terbersitkah dalam pikiranmu ketika kau memutuskan untuk menduakan cintamu, aku akan sangat tersakiti?
Jun-ah... Ketika aku menyakitimu seperti ini, aku merasakan sakit seribu kali lebih banyak dari yang kau rasakan. Aku menangis hingga air mataku mengering dan berganti darah. Percayalah Jun-ah, sakitku lebih banyak dari sakitmu.
Senin, 10 Agustus 2015
Putus!
Jumat, 07 Agustus 2015
Demam Webtoon
Komik ini bercerita tentang kehidupan vampir. Tapi uniknya, vampir dalam komik ini ngga kaya cerita-cerita vampir pada umumnya. Vampir dalam komik ini ngga menghisap darah, tapi menghisap energi manusia melalui sentuhan. Tokoh utamanya, Sia Lee, merupakan seorang vampir cantik yang memberontak dari kungkungan peraturan ayahnya yang seorang Pastur. Sia Lee semakin muak karena dipaksa ayahnya “makan” energi ahjumma-ahjumma jemaat sang ayah, sehingga dia memutuskan untuk kabur dari rumah dan menjalani kehidupannya sebagai seorang model sendirian.
Kalo menurut jenis manga Jepang, komik Dice ini masuk kedalam kriteria Shonen / Shounen alias komik cowok. Dice bergenre fantasy, tokoh utamanya seorang siswa SMA yang sering di bully oleh teman-temannya karena penampilannya yang kurang menarik dan agak menyedihkan. Di awal cerita digambarkan proses reinkarnasi yang ditentukan oleh angka yang keluar dari sebuah dadu. Makin besar angkanya, maka kehidupan si pelempar dadu yang akan bereinkarnasi tadi akan baik di dunia nyata. Begitu pula sebaliknya. Dong Tae yang putus asa karena setiap hari di bully, sangat ingin mempunyai kehidupan yang berbeda dari yang ia jalani saat ini. Dong Tae berharap ia terlahir sebagai orang lain. Suatu hari, kelasnya mendapatkan seorang murid baru, Tae Bin. Tae Bin memiliki semua hal yang diinginkan Dong Tae. Yang ngga disangka-sangka Dong Tae, Tae Bin bisa mewujudkan keinginan Dong Tae melalui sebuah dadu dan mengubah hidupnya layaknya sebuah game. Ketika dadu itu akhirnya bergulir dan game mulai dimainkan, Dong Tae lambat laun menjadi cowok idaman dan terbebas dari bullying. Tapi, lama kelamaan dadu itu menyebar di sekolah dan merubah semuanya. Permainannya menjadi tidak terkendali. Yang unik dari Dice, di salah satu chapter ada musik latarnya loh (tepatnya di chapter yang gambarnya gue capture diatas). Jadi pas baca ceritanya yang emang menegangkan itu, kita berasa lagi nonton drama. Kece lah pokoknya!
Another story about vampire. Orange Marmalade ini bisa dibilang Twilight versi Korea deh. Ceritanya sama-sama tentang vampir yang “insaf” ngga minum darah manusia lagi. Dan ada juga kesamaan dengan The Untouchable, tokoh utamanya di Orange Marmalade, Baek Mari, tergila-gila pada seorang manusia karena “aromanya”. Webtoon ini sudah diadaptasikan ke dalam bentuk drama dengan judul yang sama. Kisah cinta vampir-manusia dalam Orange Marmalade hampir sama complicated-nya dengan Twilight. Di Orange Marmalade ini para vampir merupakan golongan minoritas yang terkucil. Manusia merasa terganggu dan jijik dengan kehadiran mereka. Meski begitu sebagian besar vampir dalam cerita ini berhenti minum darah manusia, dan mereka menggantinya dengan darah babi. Para vampir itu, termasuk Baek Mari, mengharapkan kehidupan yang normal dan dapat berbaur dengan manusia pada umumnya. Sementara sebagian besar manusia menolak kehadiran vampir-vampir tersebut.
Webtoon yang satu ini genre-nya horor. Meskipun gambarnya ngga sebagus webtoon lainnya yang “manga” banget, tapi ceritanya lumayan seru. Kisah-kisah horornya mirip dengan Cerita Horor di Sekolah, sebuah novel horor Jepang jaman dulu. Tiap episode menceritakan kisah yang berbeda-beda, dan kebanyakan endingnya nyeremin. Kebanyakan cerita hantunya berasal dari urban legend Korea. Mayan deh buat bacaan malem jum'at XD
Rabu, 29 Juli 2015
Kau Tahu?
Kau tahu? Menurutku isi kepalaku lebih menarik daripada dunia yang pandai beretorika. Hatiku, bisa kupastikan lebih luas dan dalam dari samudera logikamu.
Kau tahu? Buatku realita yang kuhadapi setiap detik itu menjemukan. Yang kusaksikan di alam sadar adalah jenuh dan penat. Bisa saja aku mati bosan.
Kau tahu? Otak dan hatiku ini milikku seorang. Dia secara khusus dan spesifik menaruhnya dalam ragaku. Jadi apapun yang berkecamuk di dalamnya, kau, iya kau, tak patut mencelanya. Intervensi dan interupsi itu hanya berlaku di ruang sidang paripurna. Di sini, kau tak berhak.
Kau tahu? Semua yang kulakukan dan menurutmu tidak berguna itu semata-mata adalah upaya demi membuatku bertahan berdiri di sini, sambil menggenggam erat secuil harapan yang Ia titipkan. Berusaha tak membuatnya melayang seperti benih dandelion tertiup angin.
Kau tahu? Gula-gula yang disukai pemimpi bodoh sepertiku, sesungguhnya adalah penawar dari getirnya kenyataan yang sering harus kukecap. Kau, lawanlah pahitmu dengan caramu. Terserah. Tapi menjauhlah dari toples manisanku.
Kau tahu? Kau harus melihat tepi batasnya. Tetap di tempatmu, maka akupun akan tetap di tempatku. Aku akan diam dan kulafalkan puji syukur pada-Nya atas diammu. Ingat? Mata untuk mata.












