Kamis, 18 Februari 2016

"Mind Your Own Business", Hanya Curhat Semata



Sebenernya gue rada kurang suka bikin postingan berbau serius di blog ini, karena bakalan ngga mecing aja sama postingan-postingan alay sebelomnya. Haha. Tapi kali ini gue pengen mengutarakan isi pikiran gue tentang beberapa hal yang mengganjal di hati. Fyi aja gue itu tipenya kaya mahkluk halus gitu loh, asal ngga diusik dan kalian lewat depan gue sambil uluk salam, ya gue ngga bakalan ganggu. Dan gue juga ngga pernah gigit orang sih. Cuma, berhubung ada yang mengusik gue akhir-akhir ini, maka gue putuskan untuk bergentayangan menumpahkan unek-unek disini.

Yang bertemen sama gue di Facebook mungkin inget kalo gue pernah share dan curcol-curcol tentang kerjaan gue. Yang belom tau, bolehlah gue kasih tau aja disini sekalian. Gue kerja di bidang sosial, tepatnya dalam ranah perlindungan anak dan adopsi (pengangkatan anak). Dan boleh dibilang gue jarang share masalah kerjaan di sosial media selain yang bener-bener gue pengen share. Entah itu waktu THR gue dianiaya orang (haha), kesel sama temen kerja, atau beberapa kejadian yang agak menguras emosi. Biasanya hal-hal yang gue share di Facebook adalah hal-hal yang gue suka dan emang gue pengen share aja.

Lalu masalahnya?

Ngga ada masalah sih kalo menurut gue, dan so far gue juga ngga pernah terima komplain dari orang-orang terdekat gue tentang isi hati dan pikiran yang gue share di sosial media. Tapi lalu ada yang mengganggu ketenangan gue. Kenapa (katanya) gue hanya aware dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan anak? Kenapa gue keliatannya ngga peduli dengan masalah LGBT yang lagi happening seantero jagad ini? Ngga pernah ikutan mengutuk LGBT berarti diem-diem mendukungnya dong? Memangnya anak-anak juga ngga rawan terkena dampak LGBT ini?

Helaw. Tolong ya, jangan gampang menggeneralisir sesuatu dan menghakimi jalan pikiran orang lain yang sebenernya lo ngga tau apa-apa tentang itu. Gue memang ngga pernah sharing sesuatu tentang "perang melawan LGBT" ini, so what?? Emangnya ada yah hukumnya, dalilnya, atau apalah yang menjadi dasar pikiran bahwa kalo kita ngga pernah bicara tentang LGBT lalu otomatis berarti kita itu mendukung LGBT? Kalo gue ngga pernah ikut-ikutan menghujat, menghakimi dan mencaci maki si LGBT ini bukan berarti gue pendukung LGBT loh. Seperti halnya kalo gue menyebut "Puji Tuhan" bukan berarti gue otomatis jadi orang kristen dan mereka yang non muslim bilang "Alhamdulillah" ujug-ujug jadi muslim toh?

Gue ngga pernah mendukung apalah itu yang namanya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender-things ini. Boleh cek timeline gue, ngga pernah tuh gue pasang profil picture pake  banner pelangi. Hoho, diantara para penggiat anti-LGBT ada juga kan yang (karena ketidaktahuan) pernah ganti profil picture pake fitur yang disediakan facebook dulu? Tadinya dikirain buat lucu-lucuan dan seseruan aja, ternyata eh ternyata lambang solidaritas buat kaum "itu". Gue bukan pendukung kaum Nabi Luth ya, tapi hak gue dong untuk ngga ikut-ikutan ngata-ngatain mereka atau share sesuatu tentang LGBT di timeline gue.

Kenapa?

Gue punya prinsip, selama mereka ngga ganggu gue, gue pun ngga bakalan ganggu mereka. Dimata gue mereka yang dicap lesbi, homo, biseks dan tukang ganti kelamin itu masih manusia. Perbuatan dan penyimpangan seksual mereka memang tidak akan pernah dapat dibenarkan dari segi apapun. Dan menurut gue memang tidak benar dan tidak bisa dianggap benar. Tapi gue ngga perlu ikut-ikutan mengumbar sumpah serapah kan? 

Orang lain ya silakan aja, sebodo kodok gue mah. Mereka mau sampe nungging-nungging ngata-ngatain orang kek, mau jadi homophobia kek, mau berbusa-busa kampanye anti LGBT kek, terserah. Gue ngga pernah larang-larang orang. Ga pernah juga ngusilin apapun yang orang posting di akun sosmed mereka (kalo gue ga suka paling gue hide aja, haha. Habis perkara). Silakan aja toh itu akun lo, dan gue mah ya gue aja. Is that a problem for you? 
 
Gue punya orang dekat yang gay. Dan dia ngga ada masalah sama gue, keluarga dan orang-orang disekitarnya. Dia ngga pernah merugikan orang lain dengan status "gay" yang dia sandang dan ngga pernah dia umbar-umbar juga. Gue merasa ngga ada masalah dengan keberadaan dia dalam kehidupan gue. Malah kalo boleh jujur sih, orang itu lebih punya empati dan kepedulian terhadap masalah-masalah disekelilingnya dari pada beberapa orang yang mengaku "normal" dan religius yang gue kenal.

Mas, Mbak.
Mengklaim diri sendiri "normal" dan beragama bukan berarti boleh sombong loh. Kesombongan itu hanya milik Allah semata. Kita mah cuma butiran debu, ngga usah berbesar kepala dan tinggi hati. Uruslah apa yang menjadi urusan kita masing-masing dengan cara kita sendiri tanpa harus mengganggu dan mengusik orang lain. 

Mungkin skala prioritas gue dengan orang lain berbeda. Buat gue, masalah anak-anak terlantar, kekerasan terhadap anak, ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum) lebih penting daripada urusan perang gobang dan jeruk makan jeruk. Hei, gue berkecimpung didunia anak beserta segala problematikanya loh. Makanan sehari-hari gue ya masalah-masalah anak. Dan asal tau aja masih banyak masalah yang bikin kepala gue mumet, yang kalian, para penggiat anti LGBT belom tentu peduli dan bisa memberikan solusi. (Ya iyalah, solusi macam apa yang bisa lo kasih hanya dengan usaha bermodalkan kegiatan jempol pencet-pencet tombol "share"??)

Masalah sosial dan moral kita banyak sodara-sodara. PR kita dimulai dari membenahi diri sendiri. Daripada sibuk mengurusi kadar akidah dan keimanan seseorang, prasangka dan ukuran kepedulian orang lain, lebih baik energi itu dipake untuk mengurusi masalah lain yang penting dan nyata. Lebih bagus lagi kalo sekalian memberikan solusi, bukan cuma kalimat-kalimat basi yang diumbar disana-sini. Kalo belom bisa, cukup "mind your own business". Ok? ^^




Minggu, 24 Januari 2016

[Review] My Favorite Lipsticks


Annyeong!!  ^^

Yang udah pernah baca-baca postingan blog ini tentu tau ya, kalo blog seadanya ini isinya sangat random alias gado-gado. Kadang ngereview drama, kadang bikin resep masakan ala-ala, dan sisanya curhat-curhat ngga penting. Kali ini, blog random yang diisi sesuka hati dan seenak udel sang empunya, mau sok-sokan sharing soal lipstick! Tentunya lipstick favorit yang biasa gue pake yaa..

Sebagai emak-emak yang suka kecentilan dan demen makeup-an, lipstick tentu menjadi salah satu benda wajib selain pensil alis dan eyeliner (dalam kasus gue). Apalagi warna bibir gue aslinya itu gelap dan item kaya bibir perokok, padahal gue ngga pernah ngerokok. Jadi kalo pergi keluar ngga lipstick-an rasanya řkaya jalan-jalan ngga pake celana. Bhahahahaha. Okay, berlebihan.

Daaaan, karena beberapa waktu yang lalu gue dapet kiriman lipstick gretongan dari Jang Nara (wannabe) alias Della, akhirnya tergeraklah hati ini untuk bikin review my favourite lipsticks! Check this out!



1. Wardah Matte - No. 15 Bronze Nude
2. Maybelline Colorshow - No. 301 True Toffee
3. Maybelline Colorshow - No. 205 Red Sirene
4. Maybline Colorshow Creamy Matte Lipstick - No. M102 Pop of Pink
5. Wardah Exclusive - No. 36 Sugary Pink

Pada dasarnya, gue itu lebih suka warna-warna lipstick nude alias natural dan suka ngga pede pake yang pinky apalagi merah menyala. Tapi lama-lama bosen juga sih pake lipstick warna nude, hingga akhirnya gue mulai coba-coba beli yang warnanya pink. Dan boleh percaya atau ngga, seumur hidup gue (yang baru berjalan selama 22 tahun) baru kali ini gue beli lipstick warna merah! Meskipun ngga pernah gue pake buat ngegincuin sebibir-bibir sih, cuma buat gradasi warna aja. Tapi seriusan, baru sekarang gue punya lipstick warna merah. :D

Ini hasil swatch-nya



1. Wardah Matte yang Bronze Nude, sebenernya kalo diaplikasiin ke bibir gue jatohnya pucet, dan seringnya gue pake untuk di mixed dengan warna lainnya supaya ngga terlalu "jreng". Tekstur Wardah Matte menurut gue pas dan ngga bikin bibir kering, meski suka berasa tebel dibibir.

2.Warna nude favorit gue lainnya adalah Maybelline Colorshow True Toffee. Teksturnya jelas oily yah, dan kalo diaplikasiin ke bibir hasilnya jadi agak shiny. Warna nude-nya lebih tua dari yang Wardah, tapi ngga bikin muka jadi pucet. Cucok bo buat eike.

Kiri : Bronze Nude | Kanan : Sugary Pink

3. Maybeliine Colorshow Red Sirene. Satu-satunya lipstick gue yang berwarna MERAH! Sebenernya beli lipstick ini buat menunjang gaya ulzzang-ulzzangan siih. Warna lipstick ala ulzzang kan bergradasi, bibir dalem berwarna merah dan bibir luar berwana lebih muda dan pucet. Teksturnya sama kaya yang True Toffee, oily tapi ngga terlalu shiny (karena warnanya merah). Dan sejujurnya, gue ngga akan pernah berani pake lipstick ini kalo ngga di mix dengan warna lain. Not my color deh.

Biasanya si Merah gue pake untuk bikin gradasi wana kaya gini ^^
Biasanya kalo pengen pake lipstick yang agak pinkeu, gue pake Just Miss J-13, warna pinknya lebih ke nude sih. Tapi pas kalo buat gue, sayang teksturnya kering buat bibir. Jadi kalo mau kece harus pake lipbalm dulu.

4. Warna pink lainnya yang gue suka (padahal belinya cuma karena iseng) adalah Maybelline Colorshow Creamy Matte Pop of Pink! Jadi ceritanya dia itu lipstick matte yang bertekstur creamy. Ngga bikin kering bibir, dan kalo di swatch ngga menyeret bibir kaya matte-matte lainnya. Hasilnya juga memuaskan sih menurut gue, bener-bener matte dan ngga ada oily-oilynya tapi ringan di bibir.

5. Wardah Exclusive Sugary Pink, adalah lipstick favorit baru gue! Hehe, selain karena gratisan, ternyata varian lipstick wardah yang exclusive ini tekstur dan warnanya yang paling enak menurut gue! Pas diolesin ke bibir, ngga perlu beberapa kali oles udah nempel sempurna. Beda dengan yang matte, wardah exclusive ini teksturnya oily tapi ngga bikin bibir kaya abis makan gorengan. Warnanya sebernernya agak ketuaan buat gue, makanya suka di mix sama Just Miss biar pas. Tapi tergantung mood juga sih, kalo lagi pengen nge-pink, yaa gue pake apa adanya aja udah cakep. Yah, namanya juga orang kece.

Kiri : True Toffee | Kanan Atas : Pop of Pink | Kanan Bawah : Red Sirene

Lipstick-lipstick diatas harganya ngga terlalu mahal loh, semua berada dikisaran 30-40 ribu aja. Kadang, selain pake lipstick-lipstick tadi, gue pake juga Etude Lipsfit dan Monomola Lips tattoo. Gimana kebutuhan dan mood aja sih. Kapan-kapan deh gue coba ulas juga kalo ngga males. Repurchase? Kayanya iya untuk no. 2, 4 dan 5.

Note : 3 Foto terakhir gue edit pake Picsart (filter : drama). Tapi warna bibirnya original, ngga di edit. ^^
Pesen buat Della : Kapan-kapan kirim gue NYX atau Maybelline Liquid Matte ya! :D *lalu semua akun gue diunfoll*


Selasa, 12 Januari 2016

Tips Agar Baterai Smartphone Nggak Boros

Gaes, apa disini cuma gue aja yang paling kesel dan galau kalo smartphone sering lowbatt? Apalagi kalo pas dalam perjalanan atau saat harus mobile ke sana kemari, beuh... mati gaya deeh. Kalo ada powerbank sih aman, tapi kalo gak punya dan pas lagi gak bisa nge-charge juga, gimana dong? Padahal, smartphone musti nyala karena butuh buka Google Map, atau janjian penting sama orang misalnya. Yang paling bikin mood terjun bebas versi gue adalah ketika tengah asyik gosipan di grup Whatsapp, atau nonton episode terbaru drama korea yang udah gue tunggu-tungguin, lalu tau-tau baterai hp udah tinggal 5% aja!! Gemes kan?! 

Nah, biar baterai smartphone awet, ini ada beberapa tips dari detekno.com, worth to try! 

Pertama :
Matikan Wi-Fi
Ternyata mematikan konektivitas Wi-Fi kalo lagi di luar ruangan itu pengaruh lhooo buat baterai. Soalnya, kalo gak dimatiin, smartphone akan terus mencari sinyal Wi-Fi terdekat, ini yang akan terus mengurangi daya baterai cukup besar secara otomatis. Jadi, kalo lagi di luar, mending memasang jaringan 3G atau 4G LTE, dan kalau udah bisa memakai jaringan Wi-Fi, baru dipasang lagi. 

Kedua :
Matikan Live Wallpaper!
Iya sih, live wallpaper bikin tampilan smartphone jadi keren, tapiiiii...ini nih yang bisa menyedot baterai secara tepat sehingga daya tahan baterai akan berkurang. Jadi, sementara dalam perjalanan, dimatikan dulu deh wallpaper-nya ya!

Ketiga :
Non-aktifkan notifikasi
Tahu nggak, setiap notifikasi tidak penting seperti dari aplikasi atau game, rata-rata terhubung dengan internet, sehingga akan menyedot daya baterai secara signifikan. Coba ke menu setting, pilih Apps, terus pilih aplikasi atau game yang ingin dinon-aktifkan notifikasinya, dan hilangkan tanda centang “show notification” di bagian bawah.

Keempat :
Turunkan kecerahan layar
Semakin terang layar, semakin besar energi yang disedot! Apalagi kalo layar smartphone-nya memiliki resolusi full HD. Jadi, biar baterai gak boros, ubah kecerahan layar jadi manual, terus atur waktu tampil layar (Sleep) dalam hitungan detik.

Sementara kalo tips dari gue sih yaa : ganti smartphone! Iyaaa, kalo smartphone udah mulai sering lowbatt, artinya baterainya memang udah lemah. Nah, kalo kebetulan lagi cari smartphone baru yang daya tahan baterainya kuat, coba cek Huawei G8 deh.

Huawei G8 punya baterai sebesar 3000 mAh, artinya ketahanan baterainya lebih awet dan bisa memiliki daya tahan baterai selama 70 jam. Terus, mengingat Huawei G8 adalah perangkat dual-SIM, baterai bisa tahan selama 69 jam dalam dua koneksi jaringan dan 71 jam dalam satu koneksi jaringan. Secara detil, Huawei G8 memiliki waktu bicara selama 28 jam, 10 jam untuk browsing, dan untuk pemutaran video, Huawei G8 mampu bertahan selama 10 jam 20 menit. 

Ada lagi satu hal yang menarik dari daya tahan baterai Huawei G8. Seperti ponsel Huawei lainnya, G8 memiliki manajemen baterai yang baik. EMUI yang dimiliki G8 merupakan interface yang bisa mengelola aplikasi-aplikasi. Pengaturan ini akan mengelola baterai dan network data hanya dapat digunakan oleh aplikasi-aplikasi yang dianggap perlu dan sering digunakan oleh pengguna, saat layar dimatikan. Sedangkan, aplikasi di luar itu, tidak akan bisa aktif. Ini merupakan mekanisme kontrol yang luar biasa dan sejauh ini hanya dimiliki oleh Huawei. 

Gimana? Mulai tergoda kan untuk ngecek-ngecek Huawei G8 di Google, apalagi abis liat desainnya kaya gini! Kece kan? *lalu cek saldo tabungan* :D


Rabu, 25 November 2015

Menjajal Kuliner Korea di Bandung

Yeorobun....
Siapa lah ya yang ngga mengakui kalo Bandung itu surganya kuliner? Bandung itu tempat jajan murmer alias murah meriah deh. Liat aja setiap weekend, kota kembang tercinta ini selalu macet karena kebanjiran wisatawan. Tujuannya kalo ngga belanja ke factory outlet yaa kulineran!

Mau kuliner apa aja kayanya di Bandung ada deh, salah satu contohnya makanan Korea. Sebelum K-wave menerjang dunia internasional khususnya Indonesia, di Bandung sebenernya udah ada beberapa restoran Korea loh. Yang gue tau sih, Korean House dan Hankok Gwan yang terletak di Jalan Sukajadi, dan Myeong Ga di Jalan Terusan Sutami udah ada dari zaman sebelom gue punya segudang bias idol Korea. 

Nah, kalo sekarang di Bandung udah banyak banget tuh resto-resto yang menjual masakan Korea maupun franchise resto fast food Korea. Salah satu yang jadi favorit gue untuk nongki-nongki tantik adalah Chingu Cafe. Sejak Chingu Cafe masih di Jalan Prof. Eyckman, dimana pernah gue ceritain dalam postingan ini, sampai sekarang udah pindah ke Jalan Sawunggaling, tetep jadi destinasi kesukaan gue sama sohib-sohib Korean freak lainnya.

Setelah pindah ke Jalan Sawunggaling (sebelah Wisma Sawunggaling, daerah Taman Sari atas deket Baltos), tempatnya jadi makin asik buat nongkrong loh! Lebih luas, cozy dan unik! Nih penampakannya :


Selain karena tempatnya nyaman dan ke-Koreaan banget, varian makanan khas Korea disini makin banyak juga. Gue liat sih ada beberapa menu makanan, minuman dan dessert baru. Harganya? Gue jamin terjangkau deh! Ngga musti ngerogoh kocek dalem banget lah, bawa duit 2 lembar bergambar I Gusti Ngurah Rai aja udah cukup bikin kenyang sih. Lebih dari cukup malah, udah bisa pesen makanan berat (batu bata misalnya), jajanan Korea, minuman plus dessert dengan duit segitu.

Hari ini gue sama sohib gue, Cuneng, kongkow disana (cieh kongkow). Ga direncanain sih, tadinya mau nganter sohib gue yang dateng dari Ibukota, tapi ngga jadi. Karena gue udah kadung ngiler pengen nyobain Jajjangmyeon sama Tteokpokki, akhirnya cus lah ke Chingu Cafe sama Cuneng ini.


Karena cuaca lagi ujan dan baper alias bawaannya laper mulu, tadi kita hampir kalap sih mau pesen ini dan itu. Meskipun akhirnya yang kita pesen cuma Jajjangmyeon (mie kacang hitam), Tteokpokki (kue beras pedas), Gum Mandu (dumpling goreng), Hot Cappucino, sama Hot Boricha (Teh ala Korea). Penasaran siih pengen nyobain Pat Bing Soo (dessert berupa es krim green tea ditaburi topping-topping unik gitu), tapi kan cuaca Bandung lagi lucu-lucunya alias dingin banget, akhirnya ga jadi. Total kerusakan dompet (pinjem istilah Della) cukup wajar lah, semuanya cuman 120k doang. ^^




Berhubung ini bulan November dan Chingu Cafe lagi ngerayain 2nd Anniversary-nya (dan kebeneran tanggal 22 kemaren adalah hari lahir gue hehe), tadi kita dapet bonus juga dong! 2 Korean Bubble Tea yang rasanya enyaaakkkk...! Minimum order 50k udah bisa dapet gratis 1 Korean Bubble Tea loh. Tapi ga sempet gue foto tadi, keburu pengen narsis foto-fotoan di Stasiun Gangnam, hahahaha.


Hihihi, kece kaaaan? Iya maksud gue tempatnya, bukan orangnyaaa.. Unik ya desain Chingu Cafe di lokasi baru ini? Jadi makin betah dan makin semangat ngeracunin GenkDrama buat kopdaran disini. Penasaran pengen duduk di meja yang di setting kaya dalem gerbong kereta deh! Tadi ngga fotoin mejanya, tengsin bo banyak yang lagi makan dan ngeliatin gue yang alay banget jeprat-jepret >.< Tapi gue kuat-kuatin iman sih, dengan dalih "foto-foto buat postingan blog". Kekekekekeke...

Yuk ah, kita menjajal kuliner ala Korea di Chingu Cafe...!!! *seret personil Team My Korean Drama kemari* *tebar-tebar racun kfood buat pembaca* XD

Chingu Cafe
Jalan Sawunggaling No. 10 Bandung
Buka : Jam 11 siang - 10 malam

Twitter : @chinguID
Instagram : @chingucafe
Facebook : Chingu Cafe

Sabtu, 21 November 2015

Ulzzang (Wannabe)

Hari libur, ngga punya stok drama korea, dan kondisi dompet agak mengkhawatirkan = diem dirumah. Nah, kalo udah diem dirumah dan bocah-bocah pada asyik sendiri, biasanya emaknya asyik sendiri juga! Hehe.. kalo ngga ngoprek kuku alias nail art-an, pasti lagi anteng nyobain make up-an  depan cermin. Centil pisan lah pokoknya mah! XD

Make up yang lagi ngetrend belakangan ini, yang kiblatnya ngga jauh-jauh dari Korea, adalah ulzzang make up. Para beauty blogger mah pasti tau lah ulzzang style. Itu loh make up yang hasilnya jadi doll-like alias kaya boneka. Meskipun dalam perkembangannya, ulzzang make up ngga melulu harus berakhir seperti boneka (khususnya dalam kasus gue). Hahaha.

Yang jelas dalam make up ulzzang, ciri khasnya adalah riasan mata yang simple dan warna lipstick bergradasi. Gue, sejak diracunin sama seseorang yang udah duluan bikin postingan tentang ulzzang make up ini, jadi agak terobsesi pengen berhasil bikin gradasi warna lipstick. Sayangnya, bibir gue itu pada dasarnya gelap (dari sononya) dan ga punya concealer bibir, alhasil selalu gagal bikin bibir ala ulzzang. Dan karena peralatan lenong gue juga terbatas, makanya pengaplikasian make up ulzzang di muka gue (yang juga terbatas) jadi ngga se-cetar aslinya. Karena itulah gue hanya berani menyebutnya "ulzzang wannabe". 

Ulzzang-ulzzangan ala gue sih simple aja. Yang gue pake untuk make up sehari-hari sih biasanya :

1. Ponds White Beauty kadang pake Caring Colours BB Cream (Luminizing)
2. Revlon Face Powder (Cream Beige)
3. Viva Eyebrow Pencil (Brown) atau Maybelline Fashion Brow Cream Pencil
4. Maybelline Hyper Glossy Eyeliner atau Maybelline Color Show Eyeliner
5. Wardah Eyeshadow
6. Maybelline Cheeky Glow (Cream Cinnamon)
7. Etude Lipsfit (See-Thru Fit Beige)
8. Monomola lips tattoo (Lovely Peach)
9. Maybelline Color Show Lipstick (Pink Please)
10.Wardah Matte Lipstick (Bronze Nude)


Tapi itu semua ngga gue templokin ke muka sekaligus ya :D Yang wajib sih pensil alis, eyeliner sama lipstick dan bedakan tipis gitu aja sih kalo buat ngantor sehari-hari. Make up-an lengkap itu kalo mau kondangan atau lagi iseng-iseng mengasah skill, diluar itu mah males amat lama-lama gambarin muka. :D

Nah, berikut make up ulzzang ala-ala gue yang seadanya :

1. Pakai cream dasar pada wajah, boleh foundation, whitening cream, maupun BB cream sebelom mengaplikasikan bedak. Gue sih lebih suka bedak berbentuk powder, karena lebih ringan untuk muka.

2. Bentuk alis menggunakan pensil alis (disarankan warna coklat ya, jangan item. Biar hasilnya ngga kaya alis Sinchan). Untuk ulzzang style, alis dibentuk lurus, ngga melengkung kaya gambar gunung bikinan anak TK. Liat deh make up ala Korea, alis mereka biasanya berbentuk lurus.



3. Untuk yang udah biasa pake eyeliner liquid, gue rekomendasiin Maybelline Hyper Glossy. Kuasnya itu ujungnya tipis banget, jadi kalo mau bikin "wing" di ujung mata lebih mudah dan detil. Tapi yang belom biasa mendingan pake eyeliner yang kuasnya ngga terlalu tipis, atau pake crayon pencil liner juga oke. Gue sih mengaplikasikan eyeliner-nya suka-suka aja, kadang pake wing di ujungnya, kadang di blend pake eyeshadow item, kadang pake untuk kelopak mata bawah juga. Tergantung ketersediaan waktu. Hehe. Yang mau bergaya ulzzang sesuai aslinya, fokuskan riasan pada mata ya. Ga menor banget sih, tapi eyeliner disini sifatnya WAJIB.



4. Eyeshadow gue pake yang warnanya natural, brown dan light brown. Kadang pake pink pucet untuk kelopak mata atas dan putih untuk kelopak bawah. Untuk make up ulzzang biasanya yang dipakai adalah warna-warna natural dan pastel (soft). Setau gue sih jarang yah ulzzangers mengaplikasikan riasan smokey eyes untuk mata. Dan biasanya juga, untuk kelopak mata bawah menggunakan eyeshadow atau eyeliner putih/silver. Sedangkan untuk bulu mata, karena gue ngga bisa pake maskara dan bulu mata gue pendek banget, jadi bagian ini selalu di skip. Hehehe. Lebih bagus sih pake bulu mata palsu ya, tapi jangan yang cetar membahana badai kaya model Syahrini loh, yang natural aja. Ciri khas make up ulzzang adalah mata yang terlihat besar dan bulu mata lentik. Yang matanya udah belo' sih alhamdulillah ya, untuk yang matanya kecil boleh pake softlense. Atau kacamata dengan frame besar dan membulat juga kece! ^^

5. Pakai blush on dengan warna yang cocok dengan kulit kita ya. Yang kulitnya sawo mateng kaya gue, sebaiknya jangan pilih warna yang terlalu pink. Takut kaya abis di kepret orang hasilnya. :D Gue sih sebenernya sering males pake blush on. Pada make up ulzzang ini, pemakaian blush on emang optional. Kalopun pake supaya keliatan seger, tipis-tipis aja ya.
 
6. Yang mempunyai bibir pink alami, beruntunglah kalian, karena pada ulzzang style ini yang paling utama adalah cara pengaplikasian lipstick bergradasinya! Pertama-tama oleskan lip tint, lips tatto ataupun lipstick (biasanya yg liquid) berwarna merah, pink, peach atau orange (sesuai selera) pada bibir bagian dalam. Untuk bibir bagian luarnya, bisa oleskan lips concealer atau lips fit matte berwarna nude. Karena gue ngga punya lips concealer, biasanya gue pake lips fit Etude tadi atau lipstick matte Wardah. Dan untuk yang bibirnya gelap kaya gue, mesti bener-bener nemu warna nude yang cocok supaya gradasi warnanya keliatan. Tapi sejauh ini sih gue masih belom puas dengan hasil bibir gue. 
:( :( :(



Dan... Jeng-jeng...!! Dakocan pun beraksi eh make up ulzzang ala-ala gue pun jadi! Yah, lumayan ajalah buat pemula mah (cari pembenaran). Jauh sih dari model-model ulzzang kalo kita googling, tapi buat emak-emak dengan peralatan seadanya dan skill terbatas mah cukup lah (cukup mirip boneka kan? Boneka sawah tapinya! Hahahaha). Namanya juga Ulzzang Wannabe kan? ;) So, give it a try!




Ps : Maaf untuk semua pose alay ini ya! :D :D :D