Rabu, 29 Juli 2015

Kau Tahu?

Kau tahu? Menurutku isi kepalaku lebih menarik daripada dunia yang pandai beretorika ini. Hatiku, bisa kupastikan lebih luas dan dalam dari samudera logikamu.

Kau tahu? Buatku realita yang kuhadapi setiap detik itu menjemukan. Yang kusaksikan di alam sadar adalah jenuh dan penat. Bisa saja aku mati bosan. Mungkin itukah yang membuat si koma enggan kembali dan membuka mata? Ah, maaf, itu hanya teori seorang pengkhayal.

Kau tahu? Otak dan hatiku ini milikku seorang. Dia secara khusus dan spesifik menaruhnya dalam ragaku. Jadi apapun yang berkecamuk di dalamnya, kau, iya kau, tak patut mencelanya. Intervensi dan interupsi itu hanya berlaku di ruang sidang paripurna. Disini, kau tak berhak.

Kau tahu? Semua yang kulakukan dan menurutmu tidak berguna itu semata-mata adalah upaya demi membuatku bertahan berdiri disini, sambil menggenggam erat secuil harapan yang Ia titipkan. Berusaha tak membuatnya melayang seperti benih dandelion tertiup angin.

Kau tahu? Gula-gula yang disukai pemimpi bodoh sepertiku, sesungguhnya adalah penawar dari getirnya kenyataan yang sering harus ku kecap. Kau, lawanlah pahitmu dengan caramu. Terserah. Tapi menjauhlah dari toples manisanku.

Kau tahu? Kau harus melihat tepi batasnya. Tetap ditempatmu, maka akupun akan tetap ditempatku. Aku akan diam dan kulafalkan puji syukur atas diam mu pada-Nya dalam hati. Ingat? Mata untuk mata.

........

#Sugar-Maroon 5

10 komentar:

  1. Aaa... baru kali ini baca postingan Teh Utie yang ciyus banget... *sambil ngunyah manisan di toples*

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D ga pantes yah ciyus2an? Efek2 habis namatin Ayah-nya Andrea Hirata niih xD Jadi tetiba pengen serius :))))

      Hapus
  2. Aya naon atuh ieu teh...aya naon...
    Dia mah da emang suka gitu anaknya, biarin aja!
    *mulai sok tau*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Atuhlaaaahhh aku teh lagi serius ihhh... Pujangga wannabe tauu :D :D :D

      Hapus
  3. suka part ini :
    Kau tahu? Semua yang kulakukan dan menurutmu tidak berguna itu semata-mata adalah upaya demi membuatku bertahan berdiri disini sambil menggenggam erat secuil harapan yang Ia titipkan. Berusaha tak membuatnya melayang seperti benih dandelion tertiup angin.

    ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi...entah kesamber apaan aku semalem Mpie xD

      Hapus
  4. jadi pengen nerusin titik2 di bawah itu teh...

    Kau ingat? Mata untuk mata.

    Gigi untuk gigi.

    hihihihiiii.. aku bener kaaann?? :v :p
    *kagak bisa diajak seriusan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nuruulllll...!! -__-"
      *Ini juga kali-kali doang seriusan* :D

      Hapus
  5. Dalem....and anti mainstream nih tulisan Utie

    BalasHapus